Bagaimana jika Alkitab bersaksi bahwa Yesus adalah Allah?
Saya sering mendengar pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut dilontarkan dan dibuat seolah-olah ini adalah hal yang membingungkan, sehingga akhirnya menjadi bahan perdebatan. Melalui tulisan ini saya berharap adanya kejelasan tentang materi ini.
1. Bukankah hanya ada 1 Allah (Elohim), jadi apakah Allah itu Bapa atau Yesus?
Respons dari pertanyaan ini bisa dibaca di link ini :
https://identitasbarudalamkristus.blogspot.com/2026/06/tuhan-itu-3-apa-1.html
2. Jika Yesus adalah Allah, mengapa banyak orang Yahudi tidak mengakui kebenaran tersebut? Bukankah Alkitab muncul dari tradisi Yahudi?
Penulis asli Alkitab adalah YHVH sendiri melalui banyak orang & jaman yang berbeda (it could be across 4ooo years), kebanyakan memang orang Yahudi. Jika disebut bahwa Alkitab berasal dari budaya Ibrani ini hanya kulitnya saja, lebih dalam dari itu Alkitab adalah inisiatif & pewahyuan YHVH, dimana kita membutuhkan pencelikan dariNya untuk mengerti apa yang Ia suratkan.
Hanya karena banyak orang Yahudi tidak/belum bisa menerima Tuhan Yesus sebagai mesias bukan artinya Yesus bukan mesias, jadi kita bukan menggunakan "mayoritas" sebagai tolok ukur kebenaran itu sendiri - jadi walupun Tuhan menggunakan orang-orang Yahudi untuk menyuratkan Alkitab, pencelikan mengenai kebenaran utuh dari Alkitab tidak berhenti di kebudayaan Yahudi, Ia memikirkan jauh beribu-ribu tahun kedepan dari awal sampai akhir - bahkan di jaman gereja (perjanjian baru : setelah darah Kristus tercurah), kita semua (Yahudi & non Yahudi harus belajar kebudayaan Kerajaan Allah, karena di sinilah kita disatukan Kristus).
Alkitab pun menulis bahwa banyak orang Yahudi yang tidak bisa percaya kebenaran ini (walaupun skrg byk yang percaya - messianic Jews) :
Yohanes 1: 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, "tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya". 12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Banyak cerita dalam Alkitab di mana Tuhan Yesus selalu bertentangan dengan ahli-ahli taurat & orang-orang farisi (law vs grace), dan Yesus malah nyaman di tengah pendosa2 (He's a friend of sinners, it is sinners who need saviour)
Dalam Yohanes 5:39-40 Yesus berkata kepada orang2 Yahudi "Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu."
Jadi perlu adanya penyingkapan/pewahyuan jika kita ingin mengerti esensi Firman Tuhan dalam Alkitab :
2 Korintus 3:14 "Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya."
Sebagai contoh, Kejadian 1:1 - di mana Musa (seorang Yahudi), di bawah inspirasi YHHV menulis sbb :
Kalimat tersebut ada 7 kata (baca dari kanan ke kiri), di tengah2 (kata ke 4, setelah kata Elohim) ada karakter Aleph (huruf pertama bahasa Ibrani) & Tav (huruf terakhir bahasa Ibrani) (di situ pronounced as "et"). Kenapa tidak diterjemahkan?
Karena tidak ada pewahyuan. Tunggu sekitar 4000 tahun setelah jaman Adam, ada seseorang yang bernama Yesus Kristus. Dan Yohanes, salah seorang muridNya mendapat pewahyuan (yang tertulis dalam kitab Wahyu) bahwa Aleph Tav (dalam bahasa Yunani setara dengan Alpha & Omega - huruf awal & akhir) adalah seorang pribadi. Wahyu 22:13 "Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.”, in case ingin tahu siapa yang memperkenalkan diri sebagai sang Alfa & Omega, baca beberapa ayat setelahnya (satu kontex) Wahyu 22:16. Itulah sebabnya itu nyambung dengan Kejadian 1:1, "In the beginning created God Alfa-Omega..."
Sekitar 700 tahun BC nabi Yesaya bernubuat tentang kelahiran Yesus :
Yesaya 9:5 "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, ALLAH yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."
Pekerjaan Allah berupa penciptaan diceritakan dalam Kejadian 1-3 saja, setelah penciptaan jatuh cerita beralih ke pekerjaanNya yang lebih besar, penebusan. Bahkan domba korban pun sebenarnya menggambarkan tentang domba Allah yang tak bercela (Yohanes 1:29)
Bahkan cerita Nuh dimana bahteranya dilapisi "kopher" memiliki root word yang sama dengan "kaphar" yang artinya attonement/penebusan. Itulah cerita bagaimana umat tebusan terlindungi dari air bah karena mereka berada dalam penebusan. Ini hanya beberapa saja, masih banyak yang lain yang tidak mungkin cukup jika saya bagikan di tulisan singkat ini semua yang saya tahu (dan tentunya masih banyak lagi yang saya belum tahu).
Satu lagi, Yohanes 19:19 : Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: ”Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.” (ישוע הנצרי מלך היהודים Yeshua HaNotzri VeMelech HaYehudim) - di mana tanpa sadar ia menyusun akronim YHVH
Bukan suatu kebetulan jika seluruh Alkitab bercerita tentang Yesus, karena YHVH lah yang merangkainya. Setelah Tuhan Yesus bangkit Ia bercerita kepada 2 orang percaya dalam Lukas 24:27 "Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia (Yesus) dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi".
Yang kita perlukan adalah penyingkapan ilahi.
Tuhan Yesus memberkati,
Daniel Purnomo

Comments
Post a Comment