Tuhan itu 3 apa 1?
"Tuhan itu 3 apa 1?"
Bayangkan kalimat ini :
"Mark & Spencer opens daily 10am-10pm"
Mengapa kok "opens" untuk kata kerja tunggal, bukan "open" untuk jamak?
Karena cuman ada 1 Mark & Spencer - Mark & Spencer (M&S) itu satu entitas. Mereka bisa bikin pengumuman bahwa hanya ada 1 Mark & Spencer yang asli (karena ada yg memalsukan). Di intern mereka Spencer bisa bilang ke Mark, "Hei...kamu adalah Mark & Spencer yg sejati" karena Mark & Spencer itu 2 orang.
Bahasa Alkitab "Elohim" (Allah : bahasa Indonesia netral) itu jamak (akhiran "-im" : cherubim, seraphim, dst), sifatnya "Echad" (kesatuan), bukan "Yachid" yg tidak mempunyai komponen lain.
Banyak penggunaan kata "kami" atau "kita" dalam Alkitab saat "Yahweh/YHVH" (nama Tuhan) berbicara dg diriNya sendiri
Kejadian 1:26 "Berfirmanlah Allah: ”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
"Kita" di sini bukan supaya terdengar lebih terhormat, tapi memang jamak.
Kejadian 3:22 "Berfirmanlah Tuhan Allah (Yahweh Elohim) : ”Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita,..." - jadi tidak mungkin Tuhan berkata "Kita" jika memang hanya tunggal.
Kejadian 11:7 "Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”
Apakah ini artinya "politeisme" ketimbang "monoteisme"?Anda bisa tentukan jawaban anda dari logika sederhana berikut ini :
Ada kota kecil bernama Jagokarta. di sana hanya ada 1 store yaitu M&S. Jika saya ke toko tersebut apakah artinya saya ke dua toko? Atau hanya ke satu toko (monostrore)?
Demikian juga in this universe, hanya ada 1 Elohim, namanya YHVH, bukan Baal, bukan Zeus, bukan Dagon, atau yang lain.
Jadi jangan bingung dengan "Tuhan 1 kok 3, 3 kok 1", sebenarnya ini simple, ingat cerita "Mark & Spencer" di atas, atau bisa juga A&W (Allen & Wright) 👌
Lebih baik belajar mengenai konsep penebusan, karena kasih Tuhan tidak menghilangkan sisi keadilanNya. Bayangkan jika anda tinggal di suatu kerajaan yang rajanya menjunjung tinggi keadilan, seandainya sang pangeran berbuat sesuatu yang tidak adil bagi keluargamu, sang raja yang mengasihi anaknya sendiri tidak bisa hanya semata-mata mengampuninya hanya karena ia mengasihi anaknya sendiri, tentu keluarga anda tidak mendapat perlakuan yang adil. Hukum harus ditegakkan, dosa pangeran tersebut harus dibayar.
Jika setan yang dulunya malaikat Allah yang memutuskan diri untuk memberontak & menjadi bapa kejahatan dihukum oleh Allah (Allah tidak menciptakan iblis), maka sistem keadilan ini harus juga diterapkan bagi ciptaan Allah lainnya - tidak bisa hutang dengan tiba-tiba hilang dengan sendirinya tanpa pembayaran.
Itulah sebabnya sejak semula perlu adanya darah yang tak bercela mati sebagai ganti dosa-dosa kita (ini digambarkan bahkan di awal Kejadian 3:21 di mana Tuhan sendiri yang membuat pakaian dari kulit binatang & mengenakan kepada Adam & Hawa - ini adalah gambaran dari pencurahan darah sang penebus yang nantinya digenapi oleh Tuhan Yesus - Yohanes 1:29))
Tidak ada manusia yang bisa mati untuk menebus orang lain, itulah sebabnya Firman Allah yang sejak semula bersama-sama dengan Allah & yang adalah Allah sendiri (Yohanes 1:1-14) harus menjadi 100% manusia tanpa dosa supaya bisa mati (tidak melalui darah ayah yang mengandung dosa mula-mula - science membuktikan bahwa placenta hanyalah untuk mengangkut oksigen & karbondioksida, nutrisi & sekresi).
Inilah alasan mengapa Tuhan Yesus harus lahir tanpa ayah biologis sehingga Ia disebut Anak Allah, ini bukan hanya semata-mata Tuhan ingin pamer bahwa Ia bisa bikin orang tanpa ayah tanpa alasan logis.
Yohanes 10:17-18
Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku (secara sengaja) untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”
2 Korintus 5:21
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Catatan tambahan :
Itulah sebabnya Tuhan Yesus yang biasa menyebut Allah sebagai "Bapa", tiba-tiba di atas salib Ia berteriak, "Eli Eli, lama sabakhtani?" (Matius 27:46) yang artinya "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?". Karena di saat itulah Allah Bapa meninggalkan Yesus sebagai hukuman bagi dosa kita, ia berfungsi sebagai Allah yang menghukumkan dosa kita ke tubuh Yesus - "Eli" / "AllahKu" di sini bersifat "tunggal" (bukan "Elohim"), karena satunya sedang menjadi manusia di atas salib yang menanggung keterpisahan kita dari Allah sejak Adam & Hawa memutuskan untuk lebih mengandalkan "pengetahuan yang baik & jahat" daripada kesatuan mereka dengan Allah - saat itulah kematian masuk ke dalam dunia (Kejadian 2:17, 3:1-7).
Seandainya A&W (Allen & Wright) ditulis seperti Yohanes menulis Yohanes 1 :
Sejak semula Allen bersama-sama dengan A&W dan Allen adalah A&W. Satu saat seandainya Allen menjalani misi A&W yang membuka cabang di suatu kota tertentu, maka ia akan menjadi 100% utusan A&W - tidak ada yang aneh dari cerita ini jika kita mengerti konteksnya.
Sama dengan cerita asal muasal di Kejadian, pihak yang sama yang menentang rencana keselamatan Tuhan adalah karakter yang sama yang ingin kematian masuk ke dalam dunia - ia membawa kebingungan ke dalam rencana keselamatan Tuhan.
Jadi "MENGAPA" Allah harus sengaja datang sebagai manusia harus diperhitungkan untuk bisa lebih mengerti rencana keselamatanNya dan kasihNya yang sampai membuat diriNya berkorban demi menyelamatkan manusia yang dikasihiNya.
Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Bayangkan kalimat ini :
"Mark & Spencer opens daily 10am-10pm"
Mengapa kok "opens" untuk kata kerja tunggal, bukan "open" untuk jamak?
Karena cuman ada 1 Mark & Spencer - Mark & Spencer (M&S) itu satu entitas. Mereka bisa bikin pengumuman bahwa hanya ada 1 Mark & Spencer yang asli (karena ada yg memalsukan). Di intern mereka Spencer bisa bilang ke Mark, "Hei...kamu adalah Mark & Spencer yg sejati" karena Mark & Spencer itu 2 orang.
Bahasa Alkitab "Elohim" (Allah : bahasa Indonesia netral) itu jamak (akhiran "-im" : cherubim, seraphim, dst), sifatnya "Echad" (kesatuan), bukan "Yachid" yg tidak mempunyai komponen lain.
Banyak penggunaan kata "kami" atau "kita" dalam Alkitab saat "Yahweh/YHVH" (nama Tuhan) berbicara dg diriNya sendiri
Kejadian 1:26 "Berfirmanlah Allah: ”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
"Kita" di sini bukan supaya terdengar lebih terhormat, tapi memang jamak.
Kejadian 3:22 "Berfirmanlah Tuhan Allah (Yahweh Elohim) : ”Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita,..." - jadi tidak mungkin Tuhan berkata "Kita" jika memang hanya tunggal.
Kejadian 11:7 "Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”
Apakah ini artinya "politeisme" ketimbang "monoteisme"?Anda bisa tentukan jawaban anda dari logika sederhana berikut ini :
Ada kota kecil bernama Jagokarta. di sana hanya ada 1 store yaitu M&S. Jika saya ke toko tersebut apakah artinya saya ke dua toko? Atau hanya ke satu toko (monostrore)?
Demikian juga in this universe, hanya ada 1 Elohim, namanya YHVH, bukan Baal, bukan Zeus, bukan Dagon, atau yang lain.
Jadi jangan bingung dengan "Tuhan 1 kok 3, 3 kok 1", sebenarnya ini simple, ingat cerita "Mark & Spencer" di atas, atau bisa juga A&W (Allen & Wright) 👌
Lebih baik belajar mengenai konsep penebusan, karena kasih Tuhan tidak menghilangkan sisi keadilanNya. Bayangkan jika anda tinggal di suatu kerajaan yang rajanya menjunjung tinggi keadilan, seandainya sang pangeran berbuat sesuatu yang tidak adil bagi keluargamu, sang raja yang mengasihi anaknya sendiri tidak bisa hanya semata-mata mengampuninya hanya karena ia mengasihi anaknya sendiri, tentu keluarga anda tidak mendapat perlakuan yang adil. Hukum harus ditegakkan, dosa pangeran tersebut harus dibayar.
Jika setan yang dulunya malaikat Allah yang memutuskan diri untuk memberontak & menjadi bapa kejahatan dihukum oleh Allah (Allah tidak menciptakan iblis), maka sistem keadilan ini harus juga diterapkan bagi ciptaan Allah lainnya - tidak bisa hutang dengan tiba-tiba hilang dengan sendirinya tanpa pembayaran.
Itulah sebabnya sejak semula perlu adanya darah yang tak bercela mati sebagai ganti dosa-dosa kita (ini digambarkan bahkan di awal Kejadian 3:21 di mana Tuhan sendiri yang membuat pakaian dari kulit binatang & mengenakan kepada Adam & Hawa - ini adalah gambaran dari pencurahan darah sang penebus yang nantinya digenapi oleh Tuhan Yesus - Yohanes 1:29))
Tidak ada manusia yang bisa mati untuk menebus orang lain, itulah sebabnya Firman Allah yang sejak semula bersama-sama dengan Allah & yang adalah Allah sendiri (Yohanes 1:1-14) harus menjadi 100% manusia tanpa dosa supaya bisa mati (tidak melalui darah ayah yang mengandung dosa mula-mula - science membuktikan bahwa placenta hanyalah untuk mengangkut oksigen & karbondioksida, nutrisi & sekresi).
Inilah alasan mengapa Tuhan Yesus harus lahir tanpa ayah biologis sehingga Ia disebut Anak Allah, ini bukan hanya semata-mata Tuhan ingin pamer bahwa Ia bisa bikin orang tanpa ayah tanpa alasan logis.
Yohanes 10:17-18
Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku (secara sengaja) untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”
2 Korintus 5:21
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Catatan tambahan :
Itulah sebabnya Tuhan Yesus yang biasa menyebut Allah sebagai "Bapa", tiba-tiba di atas salib Ia berteriak, "Eli Eli, lama sabakhtani?" (Matius 27:46) yang artinya "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?". Karena di saat itulah Allah Bapa meninggalkan Yesus sebagai hukuman bagi dosa kita, ia berfungsi sebagai Allah yang menghukumkan dosa kita ke tubuh Yesus - "Eli" / "AllahKu" di sini bersifat "tunggal" (bukan "Elohim"), karena satunya sedang menjadi manusia di atas salib yang menanggung keterpisahan kita dari Allah sejak Adam & Hawa memutuskan untuk lebih mengandalkan "pengetahuan yang baik & jahat" daripada kesatuan mereka dengan Allah - saat itulah kematian masuk ke dalam dunia (Kejadian 2:17, 3:1-7).
Seandainya A&W (Allen & Wright) ditulis seperti Yohanes menulis Yohanes 1 :
Sejak semula Allen bersama-sama dengan A&W dan Allen adalah A&W. Satu saat seandainya Allen menjalani misi A&W yang membuka cabang di suatu kota tertentu, maka ia akan menjadi 100% utusan A&W - tidak ada yang aneh dari cerita ini jika kita mengerti konteksnya.
Sama dengan cerita asal muasal di Kejadian, pihak yang sama yang menentang rencana keselamatan Tuhan adalah karakter yang sama yang ingin kematian masuk ke dalam dunia - ia membawa kebingungan ke dalam rencana keselamatan Tuhan.
Jadi "MENGAPA" Allah harus sengaja datang sebagai manusia harus diperhitungkan untuk bisa lebih mengerti rencana keselamatanNya dan kasihNya yang sampai membuat diriNya berkorban demi menyelamatkan manusia yang dikasihiNya.
Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Comments
Post a Comment